persuasive essay on controversial topic computer games essay disadvantages mba essay leadership example essay prompts for college uc

Mengenal Business Intelligence, Analisis Jitu untuk Bisnis Makin Maju

Di tengah ketatnya persaingan bisnis saat ini, strategi bisnis menjadi penentu untuk menjadi nomer satu .

A.Santosa

Strategi jitu diperlukan agar bisnis makin maju. Apalagi di tengah ketatnya persaingan bisnis saat ini, strategi bisnis menjadi penentu menjadi nomer satu. Tidak hanya untuk bisnis yang sudah mapan, strategi bisnis yang jitu juga diperlukan bagi mereka yang ingin membangun bisnis dari awal.

Diperlukan landasan kuat dengan berbagai macam teknik marketing dan bisnis, sehingga usaha yang kamu geluti akan terus membesar. Nah, salah satu teknik untuk menentukan strategi bisnis adalah dengan business intelligence (BI).

Business intelligence adalah sekumpulan teknik beserta alat yang digunakan untuk menstransformasi data mentah menjadi informasi matang, yang akan berguna sebagai dasar melakukan analisis bisnis. Dengan teknologi BI, data yang sebelumnya tidak terstruktur dalam jumlah besar akan diolah sehingga berguna untuk membantu proses identifikasi, perkembangan, serta bisa sebagai strategi bisnis baru.

Business intelligence akan memudahkan intepretasi dari data-data yang berjumlah besar ini. Dengan begitu maka kamu sebagai pemilik bisnis akan mampu mengidentifikasi adanya kesempatan besar dan baru. Dengan implementasi business intelligence maka akan dicapai strategi efisien dan efektif untuk mendapatkan keuntungan pasar yang kompetitif dan stabil dalam jangka panjang.

Business intelligence dapat digunakan untuk mendukung sejumlah besar keputusan usaha.

Teknologi business intelligence akan memberikan prediksi, pandangan, bahkan riwayat sebuah operasi bisnis. Dengan begitu maka fungsi umum inteligensi bisnis adalah untuk analitis preskriptif, analitis prediksit, penggalian teks, pengukuran, performansi usaha, manajemen, proses dalam kejadian kompleks, penggalian proses, penggalian data, analitis dan pelaporan. Business intelligence juga dapat digunakan untuk mendukung adanya sejumlah besar keputusan usaha, mulai dari sistem pengoperasian hingga strategis.

Istilah BI atau business intelligence dikenal pertama kali pada tahun 1865 oleh Richard Millar Devens dalam bukunya Cyclopedia of Commercial and business Anecdotes. Istilah ini berawal ketika seorang bankir bernama Sir Henry Furnese memperoleh profit dengan cara memainkan sebuah informasi mengenai lingkungannya terlebih dahulu sebelum melangkah pada kompetitornya.

Kemampuan untuk mengumpulkan dan mengenal baik lingkungan inilah yang membuat bisnis Furnese menjadi berkembang. Ini mengubah paradigma banyak orang, yang sebelumnya memulai bisnis menggunakan pedoman bahwa mereka harus lebih mengenal kompetitor terlebih dahulu ketimbang lingkungan usaha. Tanpa business intelligence maka pebisnis kemungkinan hanya akan melihat barang apa yang dijual oleh kompetiitor dan bagaimana caranya meningkatkan penjualan barang sendiri tanpa melihat bagaimana respon dari pasar di lingkungan setempat.

Business intelligence bisa digunakan untuk menganalisa perilaku konsumen, pola pembelian dan tren penjualan

Business intelligence bisa digunakan untuk menganalisa perilaku konsumen, pola pembelian dan tren penjualan. Mengenal perilaku konsumen penting karena perkembangan bisnis kamu ada di tangan konsumen. Jika mereka tidak puas, maka bisnismu berada dalam masalah. Karena itu dibandingkan dengan memperhatikan kompetitor, sebaiknya kamu teliti terlebih dahulu kesukaan atau favorit konsumen. Apa yang sedang menjadi tren di masyarakat dan bagaimana minat mereka dalam menanggapi perkembangan bisnis yang ada.

Business intelligence akan menjadi jauh lebih efektif jika dipadukan dengan data warehouse yang tepat. Untuk dapat melakukan query, menganalisa dan menghasilkan laporan yang bermanfaat, sistem BI harus memiliki semua informasi yang relevan. Sayangnya informasi yang berkaitan dengan transaksi seperti data penjualan, data sumber daya manusia dll biasanya disimpan dalam berbagai aplikasi di dalam perusahaan dan disimpan secara fisik di database yang berbeda.

Kondisi ini akan mempersulit upaya mendapatkan informasi lengkap dan membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan laporan yang diharapkan hari ini oleh manajemen saat ingin menganalisis data dan hubungan antar perusahaan secara keseluruhan. Memiliki data yang berasal dari berbagai sumber ke satu lokasi di data warehouse menjadi sangat penting bagi keberhasilan Business Intelligence.

Oleh karena itu, manajemen harus membangun strategi bagi perusahaan dan mengidentifikasi informasi yang mereka butuhkan di setiap arahan bisnis. Analis Bisnis perlu menganalisis sumber data organisasi sehingga mereka dapat membangun Data Warehouse yang efektif yang akan membantu proses baru.

Inti proses data warehouse adalah proses ETL (extract, transform, and load). Implementasi proses ini bukan hanya masalah IT tapi bisnis secara keseluruhan harus dilibatkan untuk memastikan mampu memenuhi kebutuhan bisnis. Proses ETL bertanggung jawab untuk menghubungkan dan mengekstrak data dari satu sumber atau lebih, mengubahnya sesuai dengan aturan bisnis yang ditetapkan dan memasukkannya ke dalam model data. Di sinilah kualitas data terbaik diperlukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *